Tampilkan postingan dengan label Jutawan sejati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jutawan sejati. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 September 2013

RAHASIA PIKIRAN



 
Ok... Sekarang kita membahas masalah tentang Pikiran, bagaimana Pikiran bekerja dalam kehidupan kita sehari-hari. Karena banyak sekali orang telah melakukan kesalahan dalam
Pola Pikir.... Sehingga terjebak dalam Pikirannya sendiri. Yang perlu kita ketahui.... Pikiran adalah Energi, berhati-hatilah dalam mengunakan Pikiran atau Energi kita. Kenapa Pikiran disebut Energi ? Begini... segala sesuatu yang kita lihat dibumi ini adalah Energi (udara, air, tanah, api, benda, dll), hanya berbeda tingkat kepadatan/berat jenisnya saja. Segala sesuatu bermula dari sebuah Pikiran... Bumi kita beserta isinya tercipta karena Pikiran/Energi sang pencipta (Tuhan)... Bangunan yang ada & semua benda yang kita lihat didalam bumi ini adalah perpaduan hasil karya Pikiran manusia.

Bangunan rumah & gedung yang kita lihat berawal dari Pikiran manusia (itu adalah hasil pola Pikiran yang berulang-ulang sehingga membentuk menjadi apa yang kita lihat sekarang). Misalnya arsitek yang mengkonsep didalam Pikirannya kemudian menuangkannya didalam kertas kemudian membangun sesuai apa yang ada didalam kertas gambar itu, begitupun kehidupan kita yang sekarang ini terjadi atas konsep dari Pikiran kita sendiri, baik itu Pikiran yang disadari atau tanpa disadari oleh kita, yang secara berulang-ulang.

Kehidupan kita yang sekarang ini atau masalah didalam kehidupan kita atau penyakit yang ada didalam diri kita.... adalah hasil dari Pikiran kita yang berulang-ulang pada waktu yang lalu atau sebelumnya (bisa 5 thn atau 10 thn yang lalu, bahkan lebih). Misalnya begini....kita yang sekarang menjadi Dokter, Direktur, Pegawai, dsb adalah konsep Pikiran kita, pada waktu kita masih remaja atau masa muda dulu. Kita mencipta (melalui visualisasi / bayangan / imaginasi) dalam benak Pikiran kita sendiri, baik kita sadari atau tidak.

Makanya kita harus selalu berhati-hati dalam bermain dengan Pikiran kita pada saat berhayal atau berimaginasi, gunakanlah selalu imaginasi / hayalan yang positif, karena hasil dari imaginasi yang berulang-ulang itu... akan muncul dalam kehidupan kita selanjutnya. Kalo gitu kita harus berhayal yang enak-enak aja dong supaya nanti bisa jadi orang kaya atau jadi pejabat...he..he... Yaa...Betul itu, kita harus bervisual menjadi yang terbaik dalam kehidupan ini sesuai keinginan Diri kita, makanya ada pepatah "gantungkanlah cita-citamu setinggi langit", kalo tidak sampai langit, ditengah-tengah langit juga lumayan, he...he...he...

Loh... Saya tidak mau jadi orang susah, tetapi kenapa kehidupan saya yang sekarang ini menjadi susah seperti ini...? Tadi sudah saya katakan bahwa kita mencipta kehidupan kita melalui "Pikiran yang disadari atau tanpa kita sadari" (Pikiran Sadar & tidak Sadar atau alam Sadar & alam bawah Sadar)... Mungkin dalam perjalanan hidup kita yang lalu tanpa kita sadari pernah terbersit/muncul pikiran yang selalu berulang-ulang sehingga membentuk kondisi kehidupan seperti yang sekarang kita hadapi (coba anda putar ulang memori kehidupan masa lalu sejak anak-anak (SD) hinga remaja (SMA), bahkan sampai perguruan tinggi, mungkin ada yang salah sehingga membentuk seperti yang sekarang ini). Baca artikel ini "Bawah Sadar"

Jadi bagaimana kita harus merubah kondisi kehidupan kita yang sekarang ini...? Itu Gampang... kita konsep ulang (Visualkan / Bayangkan / Imajinasikan) saja dengan yang baru & lebih baik lagi sesuai dengan apa yang kita inginkan/butuhkan dalam kehidupan yang sekarang. Misalnya tentang Jodoh, Rejeki, Kesehatan, Pekerjaan, Uang,... atau apapun yang berhubungan dengan kehidupan ini.

Caranya adalah.... Ehmm... Ini sebenarnya Rahasia looh... Karena ini adalah Ilmu tingkat Tinggi yang tidak akan pernah kita dapatkan di sekolah manapun & dengan cara apapun walaupun sudah berguru kesana kemari, kecuali dengan jalan membaca-membaca dan terus membaca dari buku-buku "pengembangan diri" yang berkwalitas & menyaringnya hingga kita mendapatkan Intisari dari ilmu tersebut, yang kita bisa dapatkan dari kebersihan Hati / Jiwa... sehingga munculah Ilham yang bisa memberikan jawaban terbaik dari 'arti Kehidupan' ini. (penulis sendiri membaca buku sudah lebih dari 100 buku tentang 'pengembangan diri' yang berkwalitas internasional & nasional, diluar buku lainnya)

Tapi tidak apa... saya akan berikan Gratisss.. untuk anda Intisari 'Ilmu Tingkat Tinggi' ini, kepada kalian semua yang membaca tulisan ini (tapi ingat yaa kalo berhasil dapat rejeki bagi saya juga dong, he...he...). Kenapa saya katakan ilmu tingkat tinggi...? Karena seseorang yang menyandang gelar Profesor, DR, Ulama, Kyai, atau Paranormal sekalipun.... Belum tentu dalam kehidupannya yang sekarang mendapatkan 'Rahasia Hidup' ini, yang akan saya beberkan seperti kepada anda. Untuk mengetahui kekuatan & kehebatan "Rahasia Pikiran" ini silahkan baca tentang "Pengalaman Nyata" penulis sendiri.

Oke.. kita lanjutkan yaah... Kalian sudah siapkan menerima Ilmu ini...? Bagus kalo kalian sudah siap menerimanya, karena ini adalah Awal dari Kesuksesan kehidupan Anda berikutnya.... Segala apa yang ada didalam kehidupan anda bermula dari sebuah Pikiran yang anda konsep terus-menerus & berulang-ulang beberapa tahun sebelumnya (termasuk kesuksesan, kesulitan, penyakit yang menggerogoti diri anda) semuanya bermula didalam Pikiran kita sendiri.

Contohnya penyakit TBC.... selain suasana rumah & lingkungan yg kurang sehat, ternyata yang lebih dominan adalah pikiran negatif berulang-ulang yang dipendam didalam diri kita sendiri, sehingga menyebabkan energi Pikiran negatif yg terpendam itu menjadi penyakit jasmani / badan didalam diri kita sendiri. Bukankah anda sering mendengar... "sudah lupakan saja kejadian masa lalu, jangan dipikirkan lagi".... Nah kalimat ini dimaksudkan untuk melepas beban Pikiran anda dari hal yg berbau negatif, agar tidak menjadi penyakit bagi diri anda sendiri. Kalau tetap anda simpan maka akan menjadi penyakit bagi Tubuh, Pikiran & Jiwa (stress, gila).

Oleh karena itu kita harus selalu positif thinking, husnudzon / berprasangka baik terhadap siapapun, tetapi tetap waspada.... Contohnya begini : Jika anda meminjamkan sejumlah uang kepada seseorang yang tidak terlalu dekat dgn anda, anda harus yakin bahwa orang itu akan mengembalikan uang tersebut... tetapi dengan catatan anda harus memberikan tanda terima uang tersebut (kwitansi pinjaman agar anda memiliki bukti telah meminjamkan uang tsb). Nah ini adalah contoh berprasangka baik, tetapi tetap waspada dengan adanya kwitansi sbg bukti serah terima uang tsb, kalo tanpa kwitansi namanya ceroboh atau teledor.

Jika anda telah menanamkan sugesti / keyakinan positif bahwa si peminjam akan mengembalikan uang anda, maka dengan sendirinya 'energi Pikiran positif' anda bekerja sesuai keinginan anda, biarpun si peminjam awalnya berniat tidak baik, tetapi dengan keyakinan, keikhlasan, kepasrahan, serta rasa Syukur yang tinggi anda... Maka kekuatan Pikiran anda akan bekerja sebaik mungkin untuk menyelesaikan masalah anda.

Kekuatan Pikiran sangat dahsyat apabila kita tahu rahasianya, penulis sendiri sangat kaget ketika sering menciptakan keinginan Diri untuk mendapatkan ini atau itu, hanya dengan hitungan jam, hari, minggu atau bulan untuk mewujudkan Keinginan, tergantung dari besar, kecil & jaringan atau network yg dimiliki oleh sang Pemikir sendiri.

Ceritanya begini... Ketika itu saya sedang menginginkan sebuah rumah, dengan bentuk yg sangat mewah (seperti rumah miliknya kerabat saya) ... Setiap hari saya memikirkan rumah itu, dengan tehnik Pikiran yang saya miliki (kekuatan mencipta) selama 1 bulan, saya berusaha menghadirkan rumah itu dalam kehidupan saya. Sekitar 3 bulan kemudian sang pemilik rumah tersebut meminta saya untuk menikahinya & tinggal bersama dirumah itu, Wah bujug buneng.... saya salah dalam mengkonsep Pikiran, mestinya saya membeli / membangun rumah baru didalam konsep Pikiran saya, bukan dengan cara seperti itu (menikahi sang pemilik rumah), kemudian saya menolaknya dengan halus untuk tidak menikahinya karena saya sudah mempunyai istri & anak. Untuk lebih jelasnya silahkan baca "Pengalaman Nyata" saya sendiri.

Nah... untuk itu kita harus berhati-hati dengan Pikiran kita, kita harus jelas mengkonsep Pikiran kita kearah mana yang akan kita tuju. Dengan kekuatan Pikiran kita bisa mencipta apapun yg kita inginkan dalam kehidupan kita, tetapi tentunya tidak untuk disalah gunakan. Pesawat terbang yang tidak disangka-sangka oleh nenek moyang kita, pada jaman sekarang kita dapat menikmatinya untuk keliling dunia... Itulah dahsyatnya kekuatan Pikiran yang dikemas dalam tehnologi. Siapapun bisa memiliki ilmu ini jika mengerti tehniknya dengan baik, untuk lebih detailnya silahkan baca "Kekuatan Pikiran" untuk mengetahui tehniknya secara jelas.

YANG LEBIH OKE KLIK DISINI





RAHASIA KEHIDUPAN



 
Dahulu kala miliaran tahun yg lalu, sebelum adanya Bumi, Bulan, Matahari & planet lainnya, telah terjadi sebuah ledakan yg sangat dahsyat diluar angkasa, yg terkenal dengan nama "Big Bang" (dentuman/ledakan yg sangat besar). Sehingga dari hasil ledakan yg dahsyat itu pecahannya menjadi planet-planet yg ada sekarang, termasuk Bumi ini beserta planet disekitarnya. Meteor (batu-batuan yg beterbangan) hasil ledakan tersebut hingga saat inipun masih beterbangan diluar angkasa sana (sungguh luar biasa kehebatan Sang Pencipta).

Sudah lama sekali saya ingin menceritakan ilusi kehidupan ini, panggung sandiwara kehidupan ini, agar kita tidak saling menyakiti diri sendiri, orang lain & semua mahluk yang ada. Karena selama ini kita selalu merasa keterpisahan didalam hidup ini, antara manusia yg satu dengan yg lainnya, padahal kita berasal dari satu dunia yg sama (Bumi yg memberikan segala yg kita butuhkan didalam kehidupan ini). Apakah anda tidak percaya jika saya katakan bahwa kita ini sebenarnya adalah Satu ?... Antara manusia yg satu dengan yg dibelahan Bumi lainnya (negara barat, asia, timur tengah, afrika, eropa, dll), yaa...iyalah kan kita cucunya nabi Adam, hi...hi...

Mengapa saya katakan satu ?.... Karena kita terbentuk dari satu energi yang sama, apa bukti dari satu energi yang sama ?.... Kalau contoh secara ilmiahnya, ilmuwan barat telah mengambil contoh bebatuan dari bulan & luar angkasa, apa yg terjadi setelah dilakukan hasil penelitian yg sangat mengejutkan ?.... Bahan dasar batuan tersebut sama persis dengan zat yang ada didalam pohon yg ada dimuka bumi ini, berarti satu unsur segala yang ada dibumi ini dengan yg luar angkasa, ini adalah bukti secara ilmiahnya. Kalau contoh secara supra naturalnya, pernahkah anda mendengar ada manusia yg bisa menembus tembok besar di China ? atau seseorang yg bisa pergi dari satu tempat ketempat lainnya yg sangat berjauhan tanpa menggunakan kendaraan ?.... Karena mereka mengerti Rahasia adanya satu Energi Kehidupan yang sama, sehingga tidak menjadi masalah bagi mereka untuk melakukan hal-hal yg diluar akal sehat kita yg belum diberikan kunci rahasia kehidupan ini. Tapi suatu saat kelak kehidupan dunia ini akan berhasil membuka rahasia energi kehidupan itu sendiri.


Ahh itu kan cuma khayalan, isapan jempol saja, yaah itulah yg akan anda katakan, karena tidak ada pembuktian didepan mata anda sendiri. Tetapi menembus tembok besar di China itu bukan isapan jempol, karena dibuktikan dengan ditonton oleh orang banyak & disiarkan di televisi seluruh dunia & dia (David Copperfield) bisa terbang sungguhan didalam kotak kaca besar transparan (aquarium tanpa air) tanpa alat bantu & pernah terbang dialam bebas serta diatas panggung, hanya dia tidak mau mengatakan itu Asli & Nyata, dia mengatakan itu hanya ilusi & trik, agar tidak menakutkan bagi yg melihatnya & dia telah mengetahui rahasia energi kehidupan ini dengan baik, tetapi belum ada orang yg bisa membuktikan bahwa yg dilakukannya adalah trik semata-mata (jangan dihubung-hubungkan dengan bantuan Jin atau menggunakan ilmu hitam, karena dia telah mengerti rahasia energi kehidupan dengan baik yang digabungkan dengan tekhnologi saat ini untuk menghibur penonton).

Apabila kita telah mampu menyingkap rahasia kehidupan ini dengan baik, maka kehidupan dunia ini terasa hambar, tidak ada isak tangis yg terasa nyata, permasalahan yg mendebarkan hati kita, penjara yg menakutkan, dll. Ibaratnya seorang aktor komedi yg mengetahui bahwa dia hanya memerankan sebuah peran saja di dalam film, tidak ada yg perlu diseriuskan, sehingga tidak menjadi beban di Hati kita. Maka diciptakanlah didalam kehidupan dunia ini dengan berbagai macam agama, ras, suku, agar dunia ini benar-benar hidup & tidak monoton satu arah. Ada siang & malam, ada gelap & terang, ada baik & jahat, ada hitam & putih, dll. Seperti uang koin yang memiliki dua sisi (agar hidup ini terasa beraneka ragam).

Saya akan berikan contoh agar lebih jelas lagi mengenai Ilusi Pikiran & Sandiwara Kehidupan ini, untuk meyakini anda sekalian. Anda pernah mendengar orang yang bernama Rommy Rafael bukan ?... Sang master hipnotis (versi Indonesia), bagaimana dia menghipnotis/mensugesti pikiran sekian banyak penonton dalam acara shownya. Dia memberikan sugesti kepada bawah sadar orang yang dihipnotis, orang yang dihipnotispun merasakan dengan kuat sugesti yang ditanamkan kepada dirinya, entah itu sugesti kesenangan atau kesedihan yang diberikan sang master kepada medium tersebut, tetapi si medium itu benar-benar merasakan secara langsung sugesti tersebut (seolah-olah nyata).

Dari cerita diatas saya hanya mau menggambarkan bahwa, bagaimana seorang manusia yang mempelajari hipnotis dapat menghipnotis orang disekitarnya.... Nah apalagi Sang Pencipta kehidupan ini (Tuhan)...? Tentunya akan lebih Dahsyat lagi, karena seluruh dunia ini telah dihipnotis dengan suatu keadaan, kejadian, permasalahan hidup disekitar kita ini seolah-olah nyata... Padahal tidak demikian adanya (loh kok bisa ?). Yaa... karena kita sebenarnya tidak menjalaninya secara nyata hanya ilusi pikiran saja, padahal Ruh kita sebenarnya tidak kemana-mana (tetap di alam Ruh bersama Sang Pencipta). Anda pernah lihat film The Matrix (pemeran utamanya Keanu Reeves)...? Kira-kira begitulah kehidupan kita ini, kita tidak kemana-mana, hanya diam ditempat (Ruh kita), hanya pikiran kita sajalah yang bermain menampilkan ilusi kehidupan ini kesana kemari (hebat yaah...).

Maaf... Saya menceritakan Rahasia Kehidupan ini hanya untuk menyadarkan Diri kita saja, agar tidak melukai Diri sendiri & orang lain dengan keegoisan kita, hidup ini untuk berbagi dengan sesama, melayani sesama kita (boss melayani pelanggan, bawahan melayani majikan, istri melayani suami & anak-anaknya, dst. Karena Hidup adalah pelayanan bagi sesama mahluk hidup). Bagi yang belum bisa menangkap dengan jelas cerita ini, karena tingkat kesadaran & pemahaman spiritual yang kurang dalam, lanjutkan saja membacanya yaah, karena ini butuh pemahaman yang cukup sulit untuk membuka rahasia kehidupan ini (hanya orang tertentu yang dapat mengerti dengan jelas rahasia kehidupan ini).

Apakah kita bisa memilih untuk dilahirkan disebuah keluarga yg kaya, atau memilih terlahir dalam sebuah agama tertentu, negara tertentu, tidak bisa kan ?.... Jadi, janganlah kita saling menghujat sesama kita, karena kita adalah satu adanya, bukankah tertulis disalah satu Hadits, "Barang siapa yg menyakiti orang lain, dia sama juga dengan menyakiti diri sendiri" atau "Barang siapa yg mencoreng arang/membuat malu saudaranya, sama juga mencoreng dirinya sendiri". Dan disalah satu ayat kitab suci umat Islam berbunyi "Dan kutiupkan ruh Ku pada saat janin didalam kandungan" ('ruh Ku' Ini jelas adanya bahwa kita adalah satu sumbernya "Sang Pencipta" apapun agama & sukunya tetap satu Sumbernya) karena Dia yang memberikan zat Nya maka sifat Nya pun masuk kedalam Diri kita (Asma Ul Husna/sifat "Sang Pencipta" hanya kita tidak pakai Maha saja, pengasih, penyayang, pemberi, dll).

Misalnya anda dilahirkan dinegara komunis, sebuah pegunungan, jauh dari buku, ilmu pendidikan & aneka ragam agama. Kehidupan anda hanya dari rumah ke hutan mencari makan dengan berburu & berkebun. Anda berbuat baik kepada orang tua & setiap manusia disekeliling anda, hingga hari tua anda. Setelah hari tua anda kemudian dijemput oleh ajal, kemudian dikuburkan, setelah itu anda dibangunkan kembali di alam sana, kemudian dicemplungkan keneraka tanpa ada perhitungan baik & buruk amal anda, apakah anda akan komplain ?.... Yaa, tentu saja anda akan komplain, menanyakan kenapa anda dimasukan kedalam neraka bukan ?... Anda tidak akan mengatakan bahwa : "Ahh... ini kan sudah takdir saya untuk masuk neraka". Nb: Tolong baca surat Al-Baqarah ayat 62 (kitab suci Al-Quran) untuk pemahaman kita agar lebih baik lagi.

Tolong renungkan cerita tersebut diatas & jawab melalui akal sehat & hati nurani anda. Suatu saat "Rahasia Kehidupan" akan terkupas dengan sendirinya, seiring dengan bertambahnya tingkat kesadaran kita semua, Dunia beserta isinya adalah sempurna adanya sesuai zamannya. Semua tragedi kehidupan yang ada hanyalah suatu "Proses" pembelajaran/nasehat kehidupan bagi zaman berikutnya, agar menjadi lebih baik di kehidupan berikutnya.

Fir'aun, Hittler, dll, mereka hanyalah perantara pembelajaran bagi "sandiwara kehidupan" ini, agar menjadi contoh bagi kita semua mengenai adanya baik & buruk, hitam & putih dalam kehidupan ini, kebetulan mereka menjadi contoh yang Na'as dalam kehidupan mereka yang lalu, mulai sekarang hentikanlah menghujat, mencaci-maki sesama mahluk hidup, dari golongan, suku atau agama apapun mereka... (karena kita adalah satu adanya), percayalah.

YANG LEBIH OKE KLIK DISINI



Selasa, 24 September 2013

Tiga Tanda Bahaya Mentalitas Miskin




Melanjutkan pelajaran tentang asal-usul mentalitas miskin penyabot kesuksesan manusia, berikut adalah tiga tanda bahaya mentalitas miskin dalam diri manusia yang paling umum bisa kita kenali:

1.   Tanda bahaya mentalitas miskin no 1: Uang, uang, uang.
Tanda bahwa Anda memiliki mentalitas miskin ini di kepala Anda adalah bila Anda tidak berhenti berpikir tentang uang, uang, uang, uang dan uang.
Mari saya tanya, "Apa yang Anda pikirkan tentang uang? Kapan Anda berpikir tentang uang? Apakah Anda sering cemas karena tidak punya cukup uang, atau bertanya-tanya berapa yang bisa Anda dapatkan? Pernahkah Anda berpikir tentang apa alasan Anda menginginkan uang, dan kemungkinan bahwa Anda bisa saja mendapatkan semua itu walau tanpa uang? Apakah Anda merasa harus selalu punya uang?"
Apakah Anda merasa iri bila ada orang yang mendapatkan uang lebih banyak dari Anda, "Kok dia bisa dapat uang lebih banyak dari saya, ya? Kok gajinya lebih besar ya?" Dan ungkapan cemburu serupa, walau tidak diucapkan dengan mulut.
Banyak orang yang miskin atau bermental miskin yang menghabiskan waktu dan energi mereka dengan memikirkan tentang uang, atau lebih tepatnya, memikirkan fakta bahwa mereka tidak punya (cukup) uang.

  • Aku lagi gak punya uang nih ... ,
  • Kapan aku punya uang banyak ya... ,
  • Kalau aku punya uang ... ,
  • Nanti kalau aku punya uang ... ,
  • Seandainya aku punya uang ... ,
  • Bagaimana ya caranya aku dapat uang ... ,
  • Berapa keuntungan yang aku dapat ... ,
  • Pekerjaan itu, berapa ya gajinya ... ,
  • Bagaimana melipat gandakan uang yang sudah aku punya ya ... ,
  • Usaha apa yang paling bisa menghasilkan uang ya ... ,
  • Bagaimana kalau uangku tidak cukup ... ,
  • Ada gak yang lebih murah agar aku dapat untung & menghemat uang ... ,
  • Kenapa gajiku gak naik-naik ya ... ,
  • Kalau aku dipecat, gak ada lagi gaji, keluargaku makan apa ... ,
  • Wah uangku ini masih kurang ... ,
  • Bagaimana kalau tidak punya uang ... ,
  • Ada uang lelahnya gak ya ... ,
  • Wah gaji bulan ini sudah habis, kasbon di mana lagi ya ... ,
  • Aduh uangku udah habis lagi nih, bokek lagi nih ... ,
  • Dsb. Pokoknya uang, uang, uang ... ,

Tidak peduli berapa banyaknya pun uang Anda, bila Anda masih berkutat dengan pikiran tentang uang-uang seperti di atas, maka mentalitas Anda masih miskin, dan kehidupan Anda masih dipenuhi dengan "duka cita" karena ketiadaan cukup uang, atau kecemasan atau ketakutan akan kekurangan, kehilangan atau tidak kebagian uang, atau tidak semangat melakukan apapun bila tidak ada uangnya, dsb.
Pokoknya, bila semua pemikiran Anda tentang segala segi kehidupan Anda masih diwarnai dan dimotivasi oleh sebuah alat tukar bernama uang, ini adalah tanda bahaya masih adanya mentalitas miskin dalam diri Anda.
Dahulu ketika saya masih miskin (dan bermental miskin), pertanyaan-pertanyaan seperti di atas itulah yang menghiasi keseharian saya. Begitu juga kegiatan yang berkutat dengan uang, dari yang mencatat semua bentuk pengeluaran dari yang kecil sampai yang besar di tiap akhir hari, menghitung-hitung uang apakah bakal cukup sampai akhir bulan, sampai bertanya-tanya terus tentang bagaimana orang kaya mendapat uang mereka.
Kalau ada tawaran pekerjaan, yang saya tanyakan pertama adalah berapa bayarannya. Kalau diajak usaha, berapa untungnya.
Hidup saya terfokus pada uang dan terutama pada ketiadaannya dalam hidup saya.
Tiada habis saya memikirkan tentang hal-hal yang tidak bisa saya beli karena tidak ada uang, serta hal-hal yang mungkin saya beli seandainya saya punya uang.
Saya sering mengkhayal tentang turun hujan uang dari langit.
Saya juga sering sekali iri hati, dan dengki malah, pada mereka yang kaya, yang hidupnya sepertinya senang terus, selalu punya uang untuk apapun yang mereka inginkan.
Sering saya menghibur hati dengan mengingat sebuah ajaran bahwa katanya orang kaya sering terhalang masuk surga karena hartanya. Karena banyak dari uangnya yang mungkin tidak berasal dari sumber yang halal. Dan kalau sudah begini, baru saya merasa tidak terlalu sedih dan iri lagi walau tidak kaya.
Singkatnya, pikiran tentang uang tidak pernah lepas benar-benar dari benak saya 24/7.
Padahal, uang itu seperti kupu-kupu yang semakin Anda kejar dengan agresif, justru semakin sulit untuk Anda tangkap.
Sebaliknya, bila kita berhenti mengejar, bisa saja tiba-tiba kupu-kupu tersebut mendekat dan bahkan hinggap, ketika kita justru sedang sibuk menikmati keindahan bunga.
2.   Tanda bahaya mentalitas miskin no 2: "Aku benci orang kaya!"
Seperti disebutkan di atas, karena pikiran kita sering berkutat tentang ketiadaan uang yang kita alami, maka kita jadi sering membandingkan diri sendiri dengan orang kaya.
Ya, siapa yang tidak menginginkan menjadi kaya seperti mereka, bisa menjadi dan membeli apapun yang mereka mau.
Tetapi sering kali ketika kita melihat orang yang lebih kaya dari kita tersebut, kita tidak menggunakan kesempatan ini untuk menginspirasi diri, bahwa kalau ada orang yang bisa kaya, kita juga bisa.
The real problem is not why some pious, humble, believing people suffer, but why some do not.
Masalah yang sebenarnya bukanlah kenapa ada orang yang baik, tulus, rendah hati dan beriman yang miskin dan menderita.
Pertanyaan pentingnya adalah kenapa ada orang yang berkarakteristik sama yang tidak miskin atau menderita.
Ini yang seharusnya kita cari tahu, untuk kita tiru.
(Maksudnya, kalau memang disuruh memilih antara jadi orang kaya atau jadi orang baik, saya akan pilih jadi orang baik.
Tetapi kalau bisa kedua-duanya, jadi orang kaya yang baik, atau jadi orang baik yang kaya, bukankah itu jauh lebih baik?)
~  C. S. Lewis ~ 

Tetapi biasanya kita justru lebih terfokus pada rasa iri kita akan hal-hal yang dimiliki orang kaya yang tidak kita miliki.
Kenapa rasa iri berbahaya, karena keirian dan kecemburuan ini kemudian bisa mengarah menjadi kebencian.
Tidak lama kemudian Anda akan mulai berpikir atau bahkan mengatakannya dengan terang-terangan bahwa, "Anda benci orang kaya".
Apakah Anda ada merasakan sedikit saja perasaan negatif terhadap orang kaya?
Saya dulu pernah benci orang kaya. Saya benci mereka karena mereka punya semua yang saya inginkan tapi tidak saya punyai - rumah bagus, mobil mewah, baju-baju mahal, kehidupan yang mudah dan menyenangkan.
Dan sebagainya, yang intinya saya sungguh tidak suka sama orang kaya karena dilandasi oleh keirian dan kecemburuan saya pada mereka. Sehingga saya merasa perlu untuk "menegakkan keadilan" dengan membuat orang kaya juga ikut sedikit "menderita" sama seperti saya.
Saya juga sering punya prasangka buruk sekali tentang orang kaya, macam-macam prasangka buruk tersebut. Seperti:
  • Orang kaya itu menjadi kaya karena mereka pelit.
  • Orang kaya pasti sombong.
  • Orang kaya itu boros. Boros temannya setan.
  • Orang kaya terbiasa nepotisme dan kolusi. Mereka membuat keputusan yang saling menguntungkan sesama mereka saja.
  • Orang kaya egois dan tidak memahami kondisi mereka yang tidak punya.
  • Orang kaya tega menyuap siapa saja untuk memuluskan semua jalannya.
  • Dsb.

Dan saya juga akan senang sekali kalau mendapat pembuktian bahwa ada orang kaya yang memang bobrok mentalnya.
Saya juga akan senang sekali kalau ada dalil/ajaran yang mengatakan bahwa:
  • Orang kaya banyak sekali cobaannya untuk bisa masuk surga.
  • Bahwa cobaan hidup itu tidak hanya berbentuk kemiskinan tetapi juga kekayaan. Mereka yang kaya itu sebenarnya sedang diuji oleh Tuhan.
  • Bahwa kekayaan tidak bisa membeli kebahagiaan.
  • Bahwa banyak orang kaya yang hidupnya merana.
  • Bahwa kaya di dunia tidak berarti selamat di akherat dsb.
  • Dsb.

Nah, di sinilah problem yang sebenarnya muncul, karena walau saya merasa tidak suka pada orang kaya, dan merasa bahwa kekayaan banyak nilai negatifnya, Anda tahu apa yang saya lakukan?
Ya, saya berusaha dengan sekeras mungkin untuk juga menjadi kaya sama seperti mereka.
Saya berjuang mati-matian untuk mencari kekayaan.
Pikiran, perasaan dan tindakan saya tidak sinkron, sehingga saling menyabotase.
Sama seperti orang yang bilang mau sehat tetapi tidak menjalankan hidup sehat.
Sama seperti mereka yang bilang mau pintar tetapi malas belajar.
Sama seperti mereka yang ingin naik gaji tetapi tidak menunjukkan prestasi.
Karena konflik internal ini, sering sekali terjadi ketika saya pikir saya sudah dekat dengan yang saya impikan, impian tersebut buyar berantakan, karena di dalam program pikiran saya, tanpa saya ketahui diam-diam bercokol virus mentalitas miskin, yang selalu merusak semua data tentang kekayaan yang sedang saya olah.
Saya pikir "komputer" saya terprogram untuk sukses, tetapi ternyata tidak, atau paling tidak programnya telah terkorupsi (corrupted) by the poverty mentality virus.
3.   Tanda bahaya mentalitas miskin no 3: Membuat keputusan berdasarkan rasa takut.
Ya, membuat keputusan berdasarkan rasa takut akan kegagalan atau takut rugi adalah tanda bahaya akan adanya mentalitas miskin dalam diri Anda yang tidak akan mengantarkan Anda ke kemakmuran atau kesuksesan.
Bahkan mengambil keputusan berdasarkan rasa takut rugi atau takut gagal ini akan merampas rasa bahagia dan ketenangan Anda, merampas rasa gembira Anda akan kemungkinan sukses yang akan datang.
Dan semua rasa takut dan cemas ini akan mempengaruhi tingkah laku Anda.
Pernah Anda lihat orang yang lebih memilih untuk berputar-putar beberapa blok mencari tempat parkir yang gratis dari pada harus membayar beberapa ribu rupiah saja.
Atau orang yang menghabiskan waktu berjam-jam di angkot yang kerjanya "nge-tem" terus daripada membayar beberapa ribu ekstra untuk naik taksi, padahal mereka punya uangnya.
Atau orang yang memilih barang yang lebih murah sedikit walau kualitasnya jauh lebih rendah.
Atau orang yang menunda berobat ketika sakit dengan tujuan berhemat, sampai penyakitnya semakin gawat dan sudah terlambat.
Atau orang yang memilih menyimpan uang 100 ribu mereka daripada menginvestasikannya walau kemungkinan nilai kembali bisa mencapai 10 kali lipatnya.
Atau orang yang memilih bertahan dengan pekerjaan tetapnya selama bertahun-tahun meski sudah jelas hasilnya kecil dan tidak pernah naik, daripada menjajagi kemungkinan baru.
Bayangkan, 40 tahun melakukan hal yang sama dari hari ke hari walau sudah jelas hasilnya nyaris tidak ada.
Ada banyak sekali kasus kemiskinan kronis seperti ini di dunia, dan di negara kita.

  • 20 tahun menjadi pemulung.
  • Puluhan tahun menjadi pegawai negeri kelas rendah.
  • Puluhan tahun menjadi pembantu orang.
  • Puluhan tahun menjadi petani kecil, atau buruh kasar, atau kuli angkut, atau pekerjaan kasar rendahan lainnya.
  • Puluhan tahun melakukan pekerjaan yang tidak menyenangkan dan tidak banyak menghasilkan.
  • Miskin sedari puluhan tahun yang lalu karena tiada berubahnya mata pencaharian mereka.

Intinya, miskin selama puluhan tahun karena ketakutan yang lebih besar akan kegagalan bila mencoba sesuatu yang baru.
Semua keputusan mirip-mirip ini didasari oleh rasa takut rugi atau takut gagal, lebih baik aman dengan yang selama ini sudah dijalani daripada mengambil tindakan yang belum pasti (atau fear of the unknown alias rasa takut akan sesuatu yang belum diketahui, belum pasti).
Tetapi pembaca, apa yang pasti dalam hidup ini? Bahkan janji Tuhan untuk membalas sepuluh kali lipat semua pemberian kita saja juga in a sense "tidak pasti", karena kita tidak tahu kapannya.
Semua yang kita lakukan, apa lagi yang untuk kali pertama, banyak yang berdasar hanya pada rasa percaya dan keyakinan semata, karena memang kita tidak bisa tahu pasti apa yang akan terjadi nantinya di masa depan kita.
Tetapi keputusan yang diambil berdasarkan rasa takut ini tidak akan mengantarkan kita pada kekayaan. Karena fokus Anda bukan untuk mencoba mendapatkan kemungkinan keuntungannya, tetapi bagaimana menghindari kemungkinan buruknya.
Kalau Anda berkilah, "Habisnya, itu kan belum pasti untung," saya tanya balik, "Tetapi belum pasti rugi juga, kan?"
Selama segala sesuatu itu telah diperhitungkan semaksimal mungkin, apa salahnya mencoba sesuatu yang baru?
Bahkan jodoh yang kita pilih untuk kita nikahi juga belum pasti "menguntungkan", bukan?
Bagaimana Anda tahu apakah pikiran bawah sadar Anda diprogram untuk siap menerima kesuksesan dan kekayaan atau bakal terjebak dalam kemiskinan selamanya?
Bila Anda ingin tahu, coba telaah jawaban-jawaban Anda untuk skenario yang saya tanyakan dan bahas sebelumnya di atas.
Pikirkan baik-baik, adakah jawaban yang mirip dengan Anda?
Bila keputusan-keputusan dan tindakan yang Anda ambil, terutama yang berhubungan dengan karir, usaha dan keuangan berbentuk "hati-hatilah, siapa tahu gagal. Lebih baik tidak dicoba, daripada dicoba tapi nanti malah gagal" berarti pikiran Anda terprogram untuk miskin.
Anda lihat kan perbedaan kedua attitude ini?
Yang lebih oke, KLIK DISINI
 rahasia hidup sukses, sukses mudah, sukses total, rahasia sukses